Banyak perusahaan mengalami salah kaprah dengan persepsi sertifikasi ISO 22000. Banyak perusahaan menerima informasi bahwa apabila telah memiliki sertifikat ISO 22000 maka tidak dibutuhkan sertifikat ISO 9001. Hal ini mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk mengalokasikan program sertifikasi ISO 9001 dan ISO 22000 yang cukup besar. Lalu apa perbedaannya dan jenis sertifikasi yang paling tepat untuk dijalankan oleh perusahaan.
(1) Sertifikasi HACCP
Sebelum ISO 22000 diterbitkan pada tahun 2005, perusahaan makanan menjalankan program keamanan pangan melalui sertifikasi HACCP. Konsep dalam penerapan sertifikasi ini lebuh mengutamakan pada pendekatan keamanan pangan dengan memastikan seluruh langkah-langkah dan prinsip HACCP dijalankan. Konsep ini lebih melihat konsep sistem sebagai pengendali untuk mencegah dan meminimalkan resiko. Persyaratan sistem secara terukur belum dijalankan secara aktual. Meskipun konsep verifikasi dan validasi secara terus-menerus dijalankan sebagai bentuk perbaikan.
(2) Sertifikasi ISO 9001
Konsep dari sertifikasi ISO 9001 lebih menekankan kepada pendekatan atas perbaikan kinerja mutu. Adanya identifikasi resiko dipergunakan dalam perencanaan dan lebih dekat kepada resiko mutu dan bisnis proses. Konsep pendekatan terukur dan mempertimbangkan output kinerja mutu sebagai bagian dari pengelolaan sistem. Dalam strategi ISO 9001, penerapan improvement harus dijalankan secara terus menerus untuk menurunkan resiko muncul.
(3) Sertifikasi ISO 22000
Konsep dari PDCA ISO dipergunakan secara total dalam penekanan sistem. Identifikasi bahaya/ hazard dipergunakan sebagai awal dari perencanaan sistem. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa output dari kinerja keamanan pangan dijalankan dan menjadi bagian dari evaluasi serta perbaikan. Konsep perbaikan/ improvement dijalankan untuk memastikan sistem yang dipergunakan dapat mengendalikan seluruh resiko yang ada.
Sekarang, keputusan untuk memilih sertifikasi tersebut menjadi pilihan perusahaan untuk menjalankan. Ada baiknya perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 08 Februari 2017
Senin, 06 Februari 2017
Proses Pengendalian Resiko dalam Sistem Manajemen ISO 9001
Terdapat perubahan yang terkait dengan proses penyusunan sistem manajemen ISO 9001 dari sebelumnya, yaitu versi 2008 menjadi 2015? Penyusunan sistem dijalankan bukanlah hanya melihat pada pendekatan proses saja, namun juga melihat pada pendekatan resiko. Adapun proses penetapan sistem yang dijalankan dalam perusahaan adalah dengan menjalankan sistem manajemen berbasiskan resiko.
Bagaimana tahapan pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan dilakukan? Program dari pengendalian resiko dijalankan dengan menetapkan status alokasi pengendalian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dalam beberapa tahapan sebagai berikut.
(1) Penetapan Skala Perhitungan Resiko
Perusahaan harus melakukan proses perhitungan atas setiap nilai resiko yang ada dalam aktifitas operasional perusahaan. Dalam proses perhitungan resiko yang dimaksudkan tersebut, adalah penting untuk menjalankan evaluasi atas dampak yang muncul.
(2) Desain serta Penyusunan Sistem atas Pengendalian Resiko
Memastikan sistem yang akan didesain dan disusun untuk memastikan resiko yang muncul dapat dikendalikan dan diminimalkan. Menjalankan sistem atas desain pencegahan untuk meminimalkan seluruh resiko yang muncul.
(3) Melakukan Pengukuran dan Analisis Kinerja Resiko
Melakukan proses pengukuran atas setiap resiko yang muncul, serta kemudian melakukan analisis terkait dengan seluruh kinerja resiko yang muncul. Bagaimana proses pengendalian atas sistem kinerja resiko tersebut dapat dijalankan secara tepat dan optimal.
Bagaimana perusahaan Anda saat ini melakukan proses analisis resiko dalam implementasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen ISO 9001:2015 yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Bagaimana tahapan pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan dilakukan? Program dari pengendalian resiko dijalankan dengan menetapkan status alokasi pengendalian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dalam beberapa tahapan sebagai berikut.
(1) Penetapan Skala Perhitungan Resiko
Perusahaan harus melakukan proses perhitungan atas setiap nilai resiko yang ada dalam aktifitas operasional perusahaan. Dalam proses perhitungan resiko yang dimaksudkan tersebut, adalah penting untuk menjalankan evaluasi atas dampak yang muncul.
(2) Desain serta Penyusunan Sistem atas Pengendalian Resiko
Memastikan sistem yang akan didesain dan disusun untuk memastikan resiko yang muncul dapat dikendalikan dan diminimalkan. Menjalankan sistem atas desain pencegahan untuk meminimalkan seluruh resiko yang muncul.
(3) Melakukan Pengukuran dan Analisis Kinerja Resiko
Melakukan proses pengukuran atas setiap resiko yang muncul, serta kemudian melakukan analisis terkait dengan seluruh kinerja resiko yang muncul. Bagaimana proses pengendalian atas sistem kinerja resiko tersebut dapat dijalankan secara tepat dan optimal.
Bagaimana perusahaan Anda saat ini melakukan proses analisis resiko dalam implementasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen ISO 9001:2015 yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)