Rabu, 08 Februari 2017

Perbedaan Sertifikasi ISO 22000 dengan Sertifikasi HACCP dan ISO 9001

Banyak perusahaan mengalami salah kaprah dengan persepsi sertifikasi ISO 22000. Banyak perusahaan menerima informasi bahwa apabila telah memiliki sertifikat ISO 22000 maka tidak dibutuhkan sertifikat ISO 9001.  Hal ini mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk mengalokasikan program sertifikasi ISO 9001 dan ISO 22000 yang cukup besar. Lalu apa perbedaannya dan jenis sertifikasi yang paling tepat untuk dijalankan oleh perusahaan.

(1) Sertifikasi HACCP
Sebelum ISO 22000 diterbitkan pada tahun 2005, perusahaan makanan menjalankan program keamanan pangan melalui sertifikasi HACCP. Konsep dalam penerapan sertifikasi ini lebuh mengutamakan pada pendekatan keamanan pangan dengan memastikan seluruh langkah-langkah dan prinsip HACCP dijalankan.  Konsep ini lebih melihat konsep sistem sebagai pengendali untuk mencegah dan meminimalkan resiko.  Persyaratan sistem secara terukur belum dijalankan secara aktual. Meskipun konsep verifikasi dan validasi secara terus-menerus dijalankan sebagai bentuk perbaikan.

(2) Sertifikasi ISO 9001
Konsep dari sertifikasi ISO 9001 lebih menekankan kepada pendekatan atas perbaikan kinerja mutu. Adanya identifikasi resiko dipergunakan dalam perencanaan dan lebih dekat kepada resiko mutu dan bisnis proses. Konsep pendekatan terukur dan mempertimbangkan output kinerja mutu sebagai bagian dari pengelolaan sistem. Dalam strategi ISO 9001, penerapan improvement harus dijalankan secara terus menerus untuk menurunkan resiko muncul.

(3) Sertifikasi ISO 22000
Konsep dari PDCA ISO dipergunakan secara total dalam penekanan sistem.  Identifikasi bahaya/ hazard dipergunakan sebagai awal dari perencanaan sistem. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa output dari kinerja keamanan pangan dijalankan dan menjadi bagian dari evaluasi serta perbaikan. Konsep perbaikan/ improvement dijalankan untuk memastikan sistem yang dipergunakan dapat mengendalikan seluruh resiko yang ada.

Sekarang, keputusan untuk memilih sertifikasi tersebut menjadi pilihan perusahaan untuk menjalankan. Ada baiknya perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar